STAI Al-Bahjah Gelar Focus Group Discussion dengan Yayasan Al-Bahjah Terkait Program PKL Mahasiswa Ekonomi Syari’ah

Cirebon, – Dalam rangka memantapkan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa semester 7 Program Studi Ekonomi Syariah, STAI Al-Bahjah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran pengurus Yayasan Al-Bahjah. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Meeting STAI Al-Bahjah pada Kamis siang -18 Rabiul Awal 1447 H / 11 September 2025- ini dihadiri langsung oleh Ketua STAI Al-Bahjah, Ust. Muhamad Saechu, Lc., M.E, didampingi Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan & Alumni, Ust. Imam Abdullah, B.Sc., M.A., serta Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Ust. Ramsito, M.E.. Dari pihak Yayasan Al-Bahjah turut hadir Ketua 2 Yayasan H. Agus Mushtofa, serta para kepala divisi terkait seperti Divisi Ekonomi Syariah, Umum, Media dan Dakwah, IT, dan ZISWAF.

FGD ini menjadi ruang dialog strategis untuk menyatukan persepsi antara kampus dan yayasan terkait pelaksanaan PKL yang akan dimulai pada 17 September hingga 15 Desember 2025. Ust. Muhamad Saechu dalam sambutannya menekankan bahwa PKL bukan sekadar memenuhi kurikulum, tetapi merupakan sarana penguatan kompetensi mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja dan wirausaha. “Unit-unit usaha Yayasan Al-Bahjah adalah laboratorium nyata yang ideal bagi mahasiswa untuk belajar, berkontribusi, dan berinovasi sesuai bidang studinya,” ungkap beliau.

Dalam diskusi, pihak kampus memaparkan rancangan teknis PKL yang mencakup penempatan mahasiswa di berbagai unit usaha seperti BMT Al-Bahjah, AB Chicken, AB Mart, AB Water, Pustaka Al-Bahjah, hingga divisi media dan ZISWAF. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan dukungan tenaga, ide kreatif, dan inovasi yang bermanfaat, sementara mereka sendiri akan memperoleh pengalaman kerja nyata, penguatan soft skill dan hard skill, serta bekal wirausaha dan karier.

Koordinasi juga dilakukan untuk memastikan penempatan mahasiswa sesuai kebutuhan divisi sehingga kontribusi mereka optimal. Masing-masing perwakilan divisi yayasan memberikan masukan terkait keterampilan yang dibutuhkan, mulai dari administrasi keuangan syariah, manajemen operasional usaha kuliner, pengelolaan ritel dan kasir, penerbitan buku, produksi konten media dakwah, hingga manajemen event dan program filantropi.

Selain itu, dibahas pula mekanisme evaluasi melalui instrumen penilaian yang akan diberikan kepada unit mitra, mencakup kedisiplinan, etos kerja, keterampilan, serta kontribusi mahasiswa selama menjalankan PKL. Dengan demikian, laporan akhir PKL yang disusun mahasiswa dapat merefleksikan capaian nyata mereka di lapangan.

FGD ini ditutup dengan semangat kolaborasi dari kedua belah pihak. Harapannya, sinergi antara STAI Al-Bahjah dan Yayasan Al-Bahjah dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga matang secara mental, profesional, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi syariah di masyarakat./IAR

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *