Bogor — STAI Al-Bahjah Cirebon resmi menjalin kerja sama dengan IPB University melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi pada Selasa, 9 Dzul Hijjah 1447 H / 26 Mei 2026 M, pukul 14.00–14.30 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sinergi antara STAI Al-Bahjah Cirebon dan IPB University dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan tata kelola kelembagaan.
Hadir dalam agenda tersebut dari pihak Yayasan dan STAI Al-Bahjah yakni Ust. Carnawi, M.Pd. selaku Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan Yayasan Al-Bahjah, Ust. M. Saechu, Lc., M.E. selaku Ketua STAI Al-Bahjah, Ust. Ilham Nurhidayah, S.Pd. selaku Kepala Biro Kerja Sama, Ustadzah Susilawati, M.Pd. selaku Kaprodi Tadris Matematika, serta Usth. Kartika Novitasari, M.E. selaku Ketua Pusat Penjamin Mutu.
Sementara dari pihak IPB hadir Dr. Alim Setiawan Slamet, Noening Koesoemowardani, S.Pt., M.Si. selaku Asisten Direktur Kerja Sama, serta Sarah Marini Simanjuntak, S.E., M.M. selaku Supervisor Monitoring dan Pengelola Data Kerja Sama.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai peluang implementasi kerja sama yang akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada tahap berikutnya. Fokus kerja sama diarahkan pada pengembangan riset dan pengabdian masyarakat di berbagai bidang strategis seperti pangan dan gizi, perkebunan, perikanan, ekonomi sosial, hingga isu perubahan iklim.
Pihak IPB juga menyampaikan bahwa saat ini struktur pengelolaan riset di IPB tidak lagi menggunakan LPPM, melainkan telah dikembangkan menjadi LRI (Lembaga Riset Internasional) sebagai bentuk penguatan orientasi riset dan kolaborasi global.
Selain itu, dibahas pula peluang pendampingan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah pondok pesantren dan limbah dapur agar dapat diolah menjadi ekoenzim maupun pupuk organik. IPB menyatakan kesiapan mendampingi pengembangan program tersebut melalui tenaga ahli yang dimiliki di berbagai bidang keilmuan.
Dalam diskusi juga dijelaskan bahwa kotoran hewan ternak dapat dimanfaatkan menjadi starter pupuk kompos maupun media penyubur tanah. Sementara tanaman jenis leguminosa disebut memiliki manfaat untuk membantu memperbaiki tanah yang minim kandungan unsur hara.
Adapun untuk penguatan tata kelola organisasi dan pendampingan kelembagaan, ke depan dapat dilakukan secara fleksibel, termasuk melalui pertemuan daring menggunakan platform Zoom.
Pada kesempatan itu turut disampaikan beberapa program pengembangan SDM yang dimiliki IPB, di antaranya program beasiswa S2 bagi wartawan yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh pihak IPB.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari komunikasi dan silaturahmi yang sebelumnya telah dimuqaddimahi dalam pertemuan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Yayasan Al-Bahjah pada 19 Syawal 1447 H / 8 April 2026 M. Melalui MoU ini, kedua lembaga berharap dapat membangun sinergi yang lebih konkret dan berkelanjutan demi penguatan pendidikan tinggi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat./IAR

