
Cirebon, Senin 3 Jumadal Akhiroh 1447 H / 24 November 2025, suasana Pesantren dan Kampus STAI Al-Bahjah dipenuhi keberkahan dengan terselenggaranya rangkaian acara ilmiah dan ruhani bertajuk Khataman Kitab Alfiyah Ibn Malik dan Pembukaan Kitab Lamiyatul Af’al. Acara berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB dengan penuh kehangatan dan kekhidmatan.
Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh para ulama dan masyayikh, di antaranya: Buya Yahya, Syeikh Mushtofa Abdunnabi Al-Mishry, Syeikh Ali Al-Qudaimi Al-Yamani, Syeikh Sholeh Joban Al-Yamani, Syeikh Jalal As-Sumai’i, serta segenap Asatidzah Al-Bahjah.
Turut hadir pula Mahasiswa Semester 5 Program Studi Ekonomi Syariah, yang pada sesi ini mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan Syeikh Ali Said Bal’id Al-Yamani, pengampu mata kuliah mereka.
Acara dibuka dengan pembacaan Maulid Nabi, yang menambah nuansa mahabbah dan kerinduan kepada Rasulullah ﷺ. Selanjutnya, hadirin bersama-sama menyimak pembacaan bab terakhir Kitab Alfiyah Ibn Malik sebagai penanda khataman, lalu dilanjutkan dengan pembukaan dan pembacaan bab awal Kitab Lamiyatul Af’al karya Imam Ibn Malik juga, menandai keberlanjutan tradisi keilmuan nahwu–shorof yang kokoh di lingkungan STAI Al-Bahjah.

Selepas pembacaan kitab, Syeikh Mushtofa Abdunnabi menyampaikan nasehat ilmiah dan ruhani yang menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu, adab kepada guru, serta tanggung jawab moral para penuntut ilmu sebagai pewaris perjuangan ulama. Suasana semakin haru ketika acara ditutup dengan doa dari seluruh masyayikh, menghadirkan rasa syukur dan tawadhu di kalangan peserta.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan qosidah, serta penghargaan kepada beberapa santri yang berprestasi dan semangat dalam belajar, kemudian diikuti foto bersama, dan ditutup dengan ramah tamah, menjadikan momentum ini bukan hanya ajang akademik, tetapi juga perekat mahabbah antara santri, mahasiswa, dan para ulama.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa STAI Al-Bahjah terus menjaga tradisi keilmuan klasik—turats—dengan menghadirkan ulama lintas negara sebagai pencerah ilmu dan penguat karakter bagi para santri dan mahasiswa. Semoga ilmu yang dikhatamkan dan dibuka pada hari itu menjadi cahaya yang mengiringi perjalanan keilmuan seluruh peserta./IAR
