Pelatihan Manajemen Organisasi Mahasiswa Tingkat Akhir STAI Al-Bahjah

Cirebon, – Biro Kemahasiswaan STAI Al-Bahjah bersama Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) sukses menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Organisasi bagi mahasiswa tingkat akhir. Acara yang digelar di Auditorium STAI Al-Bahjah ini diikuti oleh 125 mahasiswa semester 7 Program Studi Ekonomi Syariah yang akan segera melaksanakan magang dan PKL.

Pelatihan berlangsung pada Rabu (17 Rabiul Awal 1447 H / 10 September 2025) mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan menghadirkan Ust. Sidik Nurrasa, M.Pd., selaku Sekretaris P3M STAI Al-Bahjah, sebagai pemateri utama.

Dalam paparannya, Ust. Sidik mengajak mahasiswa memahami organisasi sebagai sebuah integrasi dari individu-individu yang bekerja sama secara rasional untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Ia menegaskan bahwa organisasi memiliki karakteristik sebagai entitas sosial yang minimal terdiri dari dua orang, bekerja secara terstruktur, memiliki tujuan yang jelas, dan identitas yang dapat dikenali.

Pembahasan dilanjutkan pada peran kepemimpinan dalam organisasi. Seorang pemimpin, menurut beliau, adalah individu yang mampu memengaruhi perilaku orang lain menggunakan kewenangan yang dimilikinya untuk mengarahkan organisasi menuju tujuannya. Selain itu, Ust. Sidik menekankan pentingnya komunikasi organisasi, yang mencakup komunikasi horizontal, vertikal, diagonal, internal, hingga eksternal, sebagai sarana koordinasi aktivitas dan penjaga keseimbangan organisasi.

Topik menarik lainnya adalah team building atau pembentukan tim, yang dijelaskan sebagai proses memilih, mengembangkan, dan melatih kelompok kerja agar berinteraksi secara efektif, memiliki tujuan bersama, komitmen kolektif, keterampilan yang saling melengkapi, serta akuntabilitas bersama.

Ust. Sidik juga mengupas konflik organisasi, yang didefinisikan sebagai interaksi akibat perbedaan tujuan, persepsi, atau kepentingan yang menimbulkan ketegangan. Ia memaparkan lima strategi penyelesaian konflik, yaitu integrasi, melayani, dominasi, menghindar, dan kompromi, sehingga konflik dapat menjadi sarana perbaikan, bukan hambatan.

Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) sebagai aset vital organisasi yang tidak dapat digantikan, sehingga perlu dikelola secara optimal. Materi kemudian ditutup dengan pembahasan penilaian kinerja, yang berfungsi menilai kontribusi anggota organisasi secara berkala untuk mendukung kesuksesan bersama, membantu pengambilan keputusan terkait penempatan posisi, perbaikan kinerja, penyesuaian kompensasi, serta perencanaan pelatihan dan pengembangan.

Sesi diakhiri dengan tanya jawab yang interaktif, di mana para mahasiswa aktif menggali strategi penerapan manajemen organisasi dalam konteks magang mereka nanti. Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa STAI Al-Bahjah mampu mengelola organisasi secara profesional dan menjadi calon pemimpin yang berintegritas di masa depan./IAR

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *