Kemahasiswaan Menggandeng Kadiv Pontren Al-Bahjah Untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Kepondokan Mahasiswa

Cirebon, – Biro Kemahasiswaan STAI Al-Bahjah kembali menggelar pembekalan penting bagi mahasiswa semester 7 Program Studi Ekonomi Syariah yang siap melaksanakan magang dan PKL. Acara yang berlangsung di Auditorium STAI Al-Bahjah Cirebon ini menghadirkan Ust. Fadli Ajiz, B.Sc., M.H., selaku Kepala Divisi Pondok Pesantren Al-Bahjah, sebagai pemateri utama. Dengan tema “Mengelola dengan Adab, Membina dengan Ilmu,” kegiatan yang diikuti 125 mahasiswa ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan manajemen kepondokan yang aplikatif dan berbasis nilai-nilai syariah.

Dalam paparannya, Ust. Fadli menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki landasan yang kokoh, baik secara filosofis, syar’i, maupun organisatoris. Filosofisnya adalah membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Secara syar’i, seluruh aturan pondok berpedoman pada Al-Qur’an, Sunnah, dan ajaran ulama salaf. Sedangkan secara organisasi, pondok tidak hanya menjadi tempat tinggal santri, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan, dan pengkaderan sehingga membutuhkan manajemen yang tertib.

Beliau juga menjelaskan tujuan utama kepondokan, yaitu membina kepribadian santri agar disiplin, mandiri, mampu hidup bersama, serta bertanggung jawab. Selain itu, pondok bertujuan menumbuhkan akhlak mulia, memperkuat tradisi keilmuan melalui kegiatan ta’lim dan tahfidz, serta mempersiapkan kader umat yang siap terjun ke masyarakat dengan bekal ilmu dan keterampilan hidup.

Materi berikutnya menyoroti pentingnya struktur organisasi pengurus pondok. Dengan struktur yang jelas, pembagian tugas menjadi lebih efektif dan tidak tumpang tindih. Prinsip “The Right Man on The Right Place” ditekankan, agar setiap posisi diisi oleh orang yang tepat, disertai koordinasi dan kebersamaan dalam menjalankan tugas.

Tidak kalah penting, Ust. Fadli membahas perencanaan program pondok yang meliputi jangka pendek, menengah, hingga panjang. Program yang dirancang harus selaras dengan visi pusat, memiliki target yang terukur, disusun secara musyawarah agar semua merasa memiliki, serta fleksibel terhadap kondisi cabang.

Aspek administrasi juga menjadi perhatian utama. Administrasi yang tertib dan transparan dianggap sebagai “memori” pondok yang memudahkan evaluasi, pelaporan ke pusat, serta pertanggungjawaban kepada wali santri. Hal ini mencakup administrasi santri, kegiatan, keuangan, surat-menyurat, hingga inventaris.

Manajemen keuangan di pondok ditekankan agar berjalan secara tertib, konsisten, dan akuntabel, mencakup pengaturan dana operasional harian, pendidikan, kegiatan, dan perawatan sarana-prasarana. Di sisi lain, manajemen kegiatan belajar mengajar (KBM) perlu meliputi perencanaan kurikulum, pelaksanaan sesuai jadwal dan metode yang tepat, pengawasan rutin, serta evaluasi berkala.

Pembahasan juga mencakup manajemen keriayahan, yang mengatur kehidupan santri sehari-hari, tata tertib, pembinaan karakter, serta tarbiyah spiritual, dengan menekankan keteladanan, kasih sayang, dan kesinambungan pembinaan. Prinsip kebersihan tidak luput dari sorotan, dengan penegasan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kolektif, dijaga setiap hari, dan didukung program seperti jadwal piket, lomba kebersihan, serta pemberian sanksi positif bagi yang lalai.

Terakhir, Ust. Fadli menekankan pentingnya pengelolaan sarana-prasarana pondok secara tertib, mulai dari asrama, masjid, kelas, dapur, kamar mandi, hingga fasilitas umum lainnya. Semua barang harus dicatat, dirawat secara rutin, dan dijaga bersama agar tetap berfungsi optimal.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya-jawab yang interaktif. Para mahasiswa terlihat antusias menggali pengalaman pemateri mengenai praktik manajemen pondok di lapangan. Dengan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih matang tentang tata kelola pondok pesantren sehingga siap berkontribusi saat menjalani magang dan PKL./IAR

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *