CIREBON — Momentum bersejarah tercipta di Kampus Pesantren STAI Al-Bahjah, Kamis 11 Rabiul Awal 1447 H (4/9/2025), ketika sebanyak 200 mahasiswa dari tiga program studi; Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Tadris Matematika dilepas untuk menjalani pengabdian masyarakat dan magang perdana.
Bertempat di Perpustakaan STAI Al-Bahjah (Maktaba), acara pembekalan ini dihelat dengan khidmat sejak pagi. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nadzir Ali, sambutan dari Ustadz Muhamad Saechu, Lc., M.E., serta materi inti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang disampaikan oleh Ustadz Sidik Nurrasa, M.Pd..
Dalam arahannya, para mahasiswa diberi bekal pengetahuan, adab, dan strategi agar siap diterjunkan ke masyarakat. Mereka akan bersinergi dengan 60 cabang Pondok Pesantren Al-Bahjah serta desa-desa di sekitarnya, sehingga kehadiran mereka bukan sekadar magang, tetapi juga bentuk nyata khidmah santri untuk umat.
“Ini adalah langkah strategis STAI Al-Bahjah untuk menghadirkan alumni yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara kepemimpinan, sosial, dan spiritual,” tegas salah seorang pemateri.
Peristiwa ini menjadi perdana dalam sejarah STAI Al-Bahjah Cirebon. Sebanyak 200 mahasiswa siap untuk dilepas untuk mengabdi di tengah masyarakat. Kegiatan magang dan pengabdian ini mencakup:
1. KKN (Kuliah Kerja Nyata)
2. PKL (Praktek Kerja Lapangan)
3. PPL (Program Pengalaman Lapangan)
4. PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan)
Semua dilaksanakan dengan melibatkan dosen dan asatidzah sebagai pembimbing langsung.
Acara ditutup dengan doa dari masing-masing program studi. Sebelum berakhir, MC menyampaikan rasa terima kasih dan doa khusus untuk Buya Yahya dan Umi Fairuz Ar-Rahbini, yang selalu menjadi teladan, pembimbing, sekaligus penguat utama perjuangan dakwah Al-Bahjah.
“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, keberkahan, dan panjang umur dalam ketaatan kepada beliau berdua,” ucap MC di penghujung acara, disambut khidmat para hadirin.
Dengan pembekalan perdana ini, STAI Al-Bahjah menegaskan identitasnya sebagai kampus berbasis pesantren yang tidak hanya berfokus pada bangku kuliah, tetapi juga mencetak kader ulama, pendidik, dan pejuang umat. Para mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata, menginspirasi masyarakat, serta mengokohkan peran pesantren dalam dunia pendidikan modern.
Acara ini pun mendapat apresiasi luas, bukan hanya dari internal kampus, tetapi juga dari masyarakat sekitar yang menantikan kontribusi para mahasiswa./IAR

