Cirebon – Suasana Auditorium STAI Al-Bahjah Cirebon pada Kamis malam Jum’at, 6 Jumadal Akhirah 1447 H / 27 November 2025 M dipenuhi keberkahan. Bertepatan dengan pelaksanaan Maulid rutin pekanan, keluarga besar STAI Al-Bahjah menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Forum Komunikasi UKM (Forkom UKM), serta Organisasi Santri. Acara penuh harap ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan mahasiswa sekaligus penguatan karakter santri kampus pesantren.
Acara diawali dengan Bridging MC oleh Faizun, dilanjutkan dengan Tilawah Al-Qur’an oleh Haiban yang menambah kekhusyukan suasana. Setelah pembukaan resmi oleh MC, rangkaian sambutan dari para pimpinan organisasi dan pembina mengisi agenda utama.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ust. Yodie Nur Hidayat, M.Pd., Kepala Biro Kemahasiswaan STAI Al-Bahjah. Beliau menegaskan pentingnya kepemimpinan mahasiswa yang berlandaskan adab dan keilmuan, sesuai Manhajiyah Al-Bahjah. “Organisasi bukan hanya tempat menempa keterampilan, tetapi ladang berjuang dan melatih keikhlasan,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ust. M. Farhan Nawawi, B.Sc., Ketua Pondok Banin STAI Al-Bahjah, memberikan pesan tentang pentingnya sinergi antara kegiatan akademik kampus dengan kehidupan pesantren. Beliau menekankan bahwa mahasiswa-santri harus menjadi figur teladan dalam kedisiplinan dan akhlak.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ashaabul Yamin (Mahasiswa MPI Semsester 5), Ketua BEM terpilih, yang membawa visi baru kepemimpinan mahasiswa. Ia bertekad menjadikan BEM sebagai wadah kolaborasi, karya, dan gerakan kebermanfaatan.
Dari Forkom UKM, Imam Ahmad (Mahasiswa Ekos Semester 3) selaku ketua terpilih menyampaikan komitmen untuk memperkuat koordinasi antar-UKM, serta menghidupkan kegiatan yang menggali potensi minat dan bakat mahasiswa. Sementara itu, M. Khoirul Fauzi (Mahasiswa MPI Semester 5), Ketua Organisasi Santri, menegaskan komitmen menjaga marwah adab dan kedisiplinan santri sebagai pondasi utama keberhasilan pendidikan berbasis pesantren.
Memasuki acara inti, dilakukan Pengukuhan Jabatan secara resmi kepada seluruh pengurus organisasi mahasiswa dan santri. Prosesi ini menjadi simbol amanah baru yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setelah pengukuhan, para pengurus dan tamu undangan melaksanakan foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan dan kebanggaan.
Acara ditutup dengan suasana penuh harap dan doa agar kepemimpinan baru ini membawa energi positif, semangat kerja kolektif, dan kontribusi nyata bagi kemajuan STAI Al-Bahjah, masyarakat, serta dakwah yang diemban lembaga.
Dengan pelantikan ini, STAI Al-Bahjah menghadirkan babak baru kepemimpinan mahasiswa: generasi beradab, berilmu, dan siap mengabdi—selaras dengan visi kaderisasi institusi pesantren./IAR

