BENCMARCKING STAI AL-BAHJAH KE UIN GUSDUR PEKALONGAN

Pada hari Senin, 4 November 2024, STAI Al-Bahjah dan UIN Gus Dur menggelar “Diskusi Kolaboratif” dengan topik pembahsan “menyongsong generasi emas di era disrupsif” sebagai bentuk implementasi dari MoU dari kedua institusi tersebut yang dihadiri oleh mahasiswa dari kedua institusi. Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag Wakil Rektor 3 UIN Gus Dur Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, yang mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman politik dan sosial dan sambutan dari Ketua STAI Al-Bahjah, Ustadz Muhammad Syaikhu Lc.ME. Acara tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara STAI Al-Bahjah dan UIN Gus Dur oleh Ketua STAI Al-Bahjah, Ustadz Muhammad Syaikhu Lc.ME, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag.
Diskusi ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa UIN Gus Dur dan STAI Al-Bahjah.
Dalam diskusi tersebut, mas Tiar (Gimnastiyar) selaku wakil DEMA dan moderator dalam acara tersebut menjelsakan bahwa Dewan Mahasiswa (DEMA) berfungsi sebagai miniatur pemerintahan, dan mahasiswa perlu memahami politik untuk meluruskan pandangan bahwa politik adalah hal yang buruk. Politik dianggap sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu.
Sajjad, perwakilan dari STAI Al-Bahjah, menjelaskan bahwa sebagian besar mahasiswanya berasal dari Program Tahfidz Quran dan mengikuti pendidikan SMP dan SMA Paket/kesetaraan.
Dewi dari Bagian Penerbit Almizan menyampaikan bahwa Almizan saat ini lebih fokus pada penulisan artikel dan belum memasuki tingkat jurnal, adapun penulisan seperti karya novel atau cerpen, komik dsb, dikelola oleh para senior dari alumni UIN Gus Dur Pekalongan.
Bagian Dakwah melatih mahasiswa untuk berdakwah secara langsung, dengan fokus pada pengelolaan media digital agar dapat berdakwah di era digital. Kegiatan ini juga memungkinkan pengisian sekolah-sekolah di kab.Pekalongan.
Sukowi, dari Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka, memaparkan program-program yang dijalankan, termasuk pembinaan pramuka dan penanggulangan bencana. Dia juga menyebutkan adanya tim jurnalistik untuk keperluan komunikasi informasi.
Muhammad Bagus dari Bagian Legislatif menambahkan bahwa mereka memiliki kitab undang-undang sendiri, dalam bagian legislatif terdiri dari 4 komisi, komisi A yang berfungsi sebagai penyusun undang-undang, komisi B yang berfungsi sebagai controlling budgeting, Komisi C yang berfungsi sebagai pengawas dan Komisi D yang mengelola informasi di UIN Gus Dur.
Rafika dari UKK KSR PMI menyampaikan kegiatan di bidang kesehatan yang terintegrasi dengan PMI Indonesia, termasuk program donor darah sukarela setiap bulan yang bekerja sama dengan DDI PMI Daerah.
Ayu, perwakilan dari UKM Beladiri, menjelaskan berbagai jenis beladiri yang dilatih, termasuk karate, pencak silat, dan taekwondo. Dia juga menyampaikan pentingnya pencarian dan pemantauan pelatihan atlet untuk kejuaraan, dalam hal ini UIN Gus Dur mengadakan latihan gabungan dengan Univ lain untuk pencarian atlet.
Haqi dari UKM El-fata Music, menyampaikan bahwa Elfata music meliputi seluruh bidang permusikan seperti Rebana, Marawis, Gambus, Band hingga produksi musik. Haqi menyampaikan Elfata musik mempunyai keunikan tersendiri yaitu perpaduan musik klasik dengan musik kontemporer dan ini yang menjadi ciri khas mereka.
Fahmi dari UKM Kaligrafi mengungkapkan bahwa adanya UKM kaligrafi untuk mewadahi perkembangan minat kaligrafi dengan latihan rutin dan pelatihan kaligrafi rutin itu sendiri dibuka untuk umum, tidak hanya bagi mahasiswa UIN. Kegiatan ini mencakup pelatihan dari penulisan dasar hingga seni kaligrafi digital, selain latihan rutin mereka juga aktif pada pameran dan perlombaan
Rahmat dari UKM Sport menyebutkan bahwa mereka memiliki tujuh divisi dan delapan cabang olahraga seperti : Futsal, Sepak Bola, Bola Voli, Bulutangkis, Tenis Meja, Parkour, Catur, Basket, dengan program kerja yang mencakup penyelenggaraan event olahraga seperti perlombaan- perlombaan yang diadakan untuk anak-anak SMA dengan tujuan mencari bakat dari sekolah lain dan memperkenalkan kampus kepada mereka.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di UIN Gus Dur menjelaskan bahwa LPTQ berfokus pada pengembangan bidang Qurani dan seni dalam ajaran Al-Quran melalui pengelolaan program oleh pengurus harian. Program kerja yang diusulkan mencakup divisi tahfidz yang menyelenggarakan murajaah dan khataman bulanan, serta kegiatan tilawah yang menonjolkan seni nada seperti bayati dan nahawan. LPTQ juga mempunyai program tartil dan tafsir, yang mana tartil lebih memperhatikan pada tajwid dan makharijul huruf, dan bagian tafsir merujuk pada kitab Al-Idris. Selain itu, LPTQ juga punya kegiatan sholawat Banjari dengan pelatihan alat musik dan vokal.
Nafis dari Nafi Film menjelaskan fokus UKM ini pada perfilman, termasuk penyelenggaraan perlombaan bertaraf nasional, meskipun outputnya masih terbatas untuk kebutuhan internal, adapun genre film yang di buat tidak jauh dari toleransi dan moderasi agama.
Yoga (perwakilan SPEAC) dan Naura (HAFILAH) dari UKM bidang bahasa menyampaikan bahwa waktu pertama kali di bentuk mereka mempunyai tujuan yang sama dan proker yang sama untuk mengembangkan bahasa mahasiswa namun dipisah agar masing-masing bahasa bisa fokus dengan programnya, SPEAC dan HAFILAH Hamasah Fi Lugah Arabiah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Arab mahasiswa melalui diskusi, nonton film, dan ajang kompetisi seperti pidato bahasa Inggris.
Naura dari UKM SIGMA (Studi gender mahasiswa) menjelaskan bahwa UKM sigma fokus untuk kesetaraan gender, namun kesetaraan gender disini tidak hanya fokus hanya pada pembelaan terhadap hak-hak wanita, tetapi bergerak untuk melindungi mereka yang hak-hak nya terdiskriminasi dan tidak berani untuk speak up, dan SIGMA menjadi wadah untuk pengaduan dan penyambung untuk proses pembelaan hak mereka yang terdiskriminasi.
Diskusi diakhiri dengan pernyataan WaKa Dema yang menekankan pentingnya mewadahi minat dan bakat mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa adalah keterampilan yang wajib dimiliki untuk bersaing di tingkat internasional maupun nasional.
Dengan demikian, pemaparan dari DEMA, SENAT, UKM, dan UKK di UIN Gus Dur menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan mahasiswa di STAI Al-Bahjah, sebagai bentuk implementasi dari MoU antara 2 perguruan tinggi tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *