Cirebon – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Bahjah Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan mutu dan jejaring kelembagaan pendidikan tinggi Islam. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara STAI Al-Bahjah Cirebon dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Penandatanganan PKS dilakukan secara resmi oleh Ketua STAI Al-Bahjah Cirebon, Muhammad Saichu, Lc., ME, dan Dekan FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., pada Selasa, 23 Rajab 1447 H / 13 Januari 2026, bertempat di Ruang Meeting STAI Al-Bahjah Cirebon, mulai dari pkl. 11.00 s/d 12.30. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua III STAI Al-Bahjah, Imam Abdullah, B.Sc., M.A., serta para Ketua Program Studi di lingkungan STAI Al-Bahjah Cirebon.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis STAI Al-Bahjah dalam memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi Islam, khususnya dalam penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Adapun program studi STAI Al-Bahjah yang terlibat langsung dalam kerja sama ini antara lain Manajemen Pendidikan Islam, Ekonomi Syari’ah, Tadris Matematika, Hukum Keluarga Islam, dan Studi Islam.
Ketua STAI Al-Bahjah Cirebon, Muhammad Saichu, Lc., ME, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PKS ini merupakan bagian dari ikhtiar institusi untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola perguruan tinggi berbasis pesantren.
“Kerja sama ini sangat penting bagi STAI Al-Bahjah dalam memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan memiliki pengalaman dan sumber daya akademik yang kuat, sehingga kami optimis kolaborasi ini akan memberikan dampak positif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa STAI Al-Bahjah berkomitmen agar kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi segera ditindaklanjuti dalam bentuk program-program konkret seperti penelitian kolaboratif, pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keilmuan.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag. menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan kebutuhan strategis di tengah dinamika pendidikan tinggi Islam saat ini. Menurutnya, sinergi antarlembaga akan memperkuat budaya akademik yang produktif dan responsif terhadap tantangan zaman.
Para Ketua Program Studi STAI Al-Bahjah yang hadir menyambut baik kerja sama tersebut. Mereka menilai PKS ini membuka peluang besar dalam penguatan riset, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual, aplikatif, dan multidisipliner, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan penandatanganan PKS ditutup dengan diskusi singkat mengenai rencana tindak lanjut kerja sama serta sesi foto bersama. Melalui kerja sama ini, STAI Al-Bahjah Cirebon berharap dapat terus berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, kolaboratif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

