Mukalla, Hadhramaut — Sabtu, 6 Rajab 1447 H / 27 Desember 2025, Buya Yahya (Prof. Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri), pimpinan dan tokoh sentral STAI Al-Bahjah Cirebon, turut menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam Konferensi Ilmiah Internasional Kedua yang diselenggarakan oleh Universitas Al-Ahqaf melalui Pusat Riset Hadhramaut. Konferensi ini diikuti oleh para akademisi dan peneliti terkemuka dari berbagai negara, baik dari dalam maupun luar Yaman, sebagai bagian dari penguatan jejaring keilmuan Islam di tingkat internasional.
Kehadiran Buya Yahya dalam forum ilmiah internasional ini menegaskan posisi STAI Al-Bahjah Cirebon sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang aktif berkontribusi dalam diskursus akademik global, khususnya dalam kajian sejarah, budaya, dan peradaban Islam.
Konferensi diawali dengan sidang pembukaan yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rektor Universitas Al-Ahqaf, Profesor Abdullah Muhammad Baharoun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk para tamu internasional. Ia menekankan pentingnya konferensi ini dalam memperkuat riset ilmiah, membangun komunikasi akademik lintas negara, serta menjadikan hasil penelitian sebagai pijakan dalam pelayanan masyarakat dan pengembangan peradaban.
Sambutan juga disampaikan oleh Gubernur Hadhramaut, Salem Ahmed Al-Khanbashi, melalui rekaman video dari Riyadh. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya konferensi ini dan memuji peran Universitas Al-Ahqaf dalam mengangkat dimensi ilmiah, sejarah, dan budaya Hadhramaut, termasuk kontribusi masyarakat Hadhrami dalam penyebaran ilmu dan dakwah Islam hingga ke Afrika Timur.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Universitas Dunia Islam, Profesor Dr. Sami Al-Sharif, yang menyampaikan sambutan dari Kairo melalui Zoom, menegaskan bahwa konferensi ilmiah seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja sama antaruniversitas di dunia Islam.
Pada sidang pembukaan, Buya Yahya tampil sebagai salah satu dari empat pembicara utama, bersama:
1. Mohammed bin Dahri (Kenya), anggota Dewan Pengawas Pusat Riset Hadhramaut.
2. Prof. Ceng Ho (Malaysia).
3. Syekh Faisal Al-Amoudi (Kenya).
4. Prof. Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri (Buya Yahya) – STAI Al-Bahjah Cirebon, Indonesia.
Dalam forum tersebut, Buya Yahya bersama para pembicara lain menyoroti pentingnya penelitian akademik dalam mendokumentasikan perjalanan sejarah, migrasi, serta kontribusi umat Islam Hadhrami dalam membangun peradaban di berbagai kawasan, khususnya Afrika Timur. Diskusi menekankan integrasi antara nilai keilmuan, dakwah, budaya, dan identitas Islam dalam konteks global.
Usai sidang pembukaan, konferensi dilanjutkan dengan sesi-sesi ilmiah yang terbagi ke dalam dua ruang sidang. Sejumlah makalah ilmiah terkurasi dipresentasikan oleh para peneliti dari berbagai universitas dan pusat riset, yang membahas tema konferensi dari perspektif sejarah, sosial, budaya, dakwah, hingga hukum, disertai diskusi akademik yang dinamis.
Konferensi ditutup dengan sambutan Ketua Panitia Persiapan, sekaligus Wakil Rektor Universitas Al-Ahqaf, Profesor Sadiq Omar Maknoun, yang menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan konferensi dan tingginya partisipasi akademisi lintas negara. Ia menekankan bahwa hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan akan berkontribusi besar dalam memahami migrasi masyarakat Hadhramaut dan peran strategis mereka dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Pada sesi penutup, Dr. Hashim Alawi Muqebel membacakan rekomendasi konferensi bertema “Masyarakat Hadhramaut di Afrika Timur: Integrasi dan Pelestarian Identitas”. Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap riset migrasi Hadhrami, penguatan dokumentasi dan arsip sejarah, penelitian lapangan, serta perluasan kajian linguistik, budaya, dakwah, dan hukum.
Konferensi juga merekomendasikan penguatan kemitraan akademik antara universitas-universitas di Hadhramaut dan Afrika Timur, pembentukan platform ilmiah permanen, serta penegasan penyelenggaraan konferensi secara berkala.
Di akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada lembaga pendukung, para pembicara, peneliti, ketua sidang, serta seluruh panitia yang terlibat. Acara ini dihadiri oleh para rektor universitas negeri dan swasta di Yaman, akademisi, peneliti, serta pemerhati sejarah dan peradaban Islam./IAR


Masya Allah…tabarakallah