
Cirebon – Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Institut Al-Bahjah Cirebon melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan Pembinaan Kesadaran Ekonomi Santri di Era Digital yang diikuti oleh santri Tafaqquh Al-Bahjah jenjang Arobiyah (Mu’adalah Ulya). Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama Pondok Pesantren Al-Bahjah Pilang, Cirebon, pada Senin, 7 Muharram 1448 H bertepatan dengan 22 Juni 2026 M pukul 18.30–19.30 WIB.
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan Imam Abdullah, B.Sc., M.A., dosen Program Studi Ekonomi Syariah Institut Al-Bahjah Cirebon sekaligus Kepala Divisi Perguruan Tinggi Al-Bahjah, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa santri masa kini tidak cukup hanya memahami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kecerdasan dalam mengelola keuangan sebagai bagian dari bekal kehidupan di tengah perubahan ekonomi modern.
Selain membahas perkembangan ekonomi digital, transaksi non-tunai (cashless), dan berbagai peluang serta tantangan ekonomi di era teknologi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi sharing yang berlangsung interaktif bersama para santri. Dalam sesi tersebut dibahas berbagai persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan santri dan generasi muda.
Imam Abdullah mengajak para santri untuk mulai memahami pentingnya mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan dan membedakan antara keinginan serta kebutuhan agar terhindar dari perilaku konsumtif. Para santri juga diberikan gambaran mengenai pentingnya membiasakan diri menabung sejak dini, memahami konsep investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah, serta menyiapkan perencanaan keuangan untuk masa depan.

Pembahasan yang menarik perhatian santri adalah terkait persiapan finansial menjelang kehidupan berumah tangga, mulai dari kebutuhan ketika hendak menikah hingga tanggung jawab ekonomi setelah membangun keluarga. Selain itu, disampaikan pula gambaran realita kondisi masyarakat yang hidup dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR), sehingga santri memahami pentingnya memiliki kemampuan mengelola pendapatan, menyusun prioritas kebutuhan, dan merencanakan masa depan secara matang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Institut Al-Bahjah Cirebon dalam menghadirkan pendidikan yang integratif antara penguatan tafaqquh fid-din dengan wawasan kehidupan kontemporer. Diharapkan, para santri tidak hanya menjadi pribadi yang unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki literasi ekonomi, kemandirian finansial, dan kesiapan menghadapi realitas kehidupan bermasyarakat.
Melalui pengabdian ini, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren terus diperkuat untuk mencetak generasi santri yang faqih dalam agama, bijak dalam ekonomi, dan siap menjadi pemimpin umat di masa depan./IAR
