Selasa, 27 Sofar 1448 H / 11 Agustus 2026. Institut Al-Bahjah secara resmi melaksanakan kegiatan Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Partisipatif Berbasis Pesantren pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 – 09.30 WIB ini menjadi awal pengabdian mahasiswa dengan konsep KKN yang menempatkan kebermanfaatan, khidmah, dan dampak nyata bagi masyarakat sebagai nilai utama.
KKN Partisipatif Berbasis Pesantren Institut Al-Bahjah memiliki konsep yang berbeda dari pelaksanaan KKN pada umumnya. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter mahasiswa melalui pengabdian yang dilandasi nilai-nilai kepesantrenan, dakwah, kepedulian sosial, serta kedekatan dengan masyarakat.
Salah satu kegiatan utama dalam pelaksanaan KKN ini adalah khidmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam mengajak dan membersamai masyarakat untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah.
Acara pelepasan dihadiri oleh Rektor Institut Al-Bahjah Ust. Muhamad Saechu, Lc., M.E., para Wakil Rektor, serta Ketua LPPM, Ramsito, M.E. Kehadiran jajaran pimpinan menjadi bentuk dukungan institusi terhadap pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang mengintegrasikan nilai akademik, sosial, dan spiritual.

Inti kegiatan pelepasan diisi dengan nasihat dan motivasi langsung dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Guru Mulia Buya Yahya. Dalam arahannya, Buya Yahya mengingatkan para mahasiswa agar senantiasa menjaga dan meluruskan niat bahwa hakikat KKN adalah mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan semata-mata mengejar nilai akademik.
Buya Yahya menegaskan bahwa khidmah dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan amanah yang sangat mulia karena mahasiswa turut mengajak masyarakat untuk memperingati dan mencintai Rasulullah SAW. Nilai akademik, menurut pesan yang disampaikan, merupakan bonus dari proses tersebut. Nilai yang tinggi akan jauh lebih bermakna apabila diiringi dengan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui KKN Partisipatif Berbasis Pesantren ini, mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari masyarakat, memahami kebutuhan lingkungan tempat pengabdian, serta berkontribusi dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari angka yang diperoleh setelah kegiatan selesai, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran mahasiswa mampu meninggalkan manfaat dan pengalaman positif bagi masyarakat.

