Cirebon, 13 Juli 2026 – Suasana syahdu sekaligus penuh semangat menyelimuti Lapangan Formal LPD Al-Bahjah Cirebon malam ini. Ratusan undangan baik dari para pengurus dan para santri dari berbagai cabang menjadi saksi kemegahan malam puncak Hari Lahir (Harlah) ke-17 LPD Al-Bahjah yang digelar tepat pada Senin malam, 12 Muharram 1448 H (13 Juli 2026). Di bawah naungan dan bimbingan penuh kasih dari Guru Mulia Buya Yahya, acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini sukses memukau jamaah hingga akhir acara.
Manifestasi 17 Tahun Mengabdi untuk Umat
Tujuh belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Malam puncak ini menjadi refleksi nyata dari konsistensi LPD Al-Bahjah dalam membumikan dakwah dan mencetak generasi Qur’ani. Lapangan Formal yang biasanya menjadi tempat aktivitas santri dalam berolah raga, malam ini berubah menjadi panggung megah yang mempertemukan keindahan seni islami, seni tradisional dan ketajaman intelektual.
Kreativitas Tingkat Tinggi Dibalut dengan Manhajiyah dan Edukasi Sejarah Karbala
Kemeriahan acara pecah saat para santri unjuk gigi. Berbagai penampilan mulai dari kolaborasi hadroh dan gamelan yang estetik, pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur,an yang indah, tarian Dabke dari Palestina yang ditampilkan secara apik, nasyid untuk Buya yang menggetarkan jiwa, Pantomim yang jenaka, serta atraksi silat yang atraktif, termasuk putra Buya Yahya yaitu Mas Ali Akbar ikut memeriahkan dengan sebuah nasyid yang syahdu. Namun yang menjadi pembeda, mencuri perhatian, serta membuat suasana hening dalam kekhusyukan adalah sesi diskusi ilmiah dari mahasiswa Institut Al-Bahjah Cirebon. Bukan diskusi biasa, para intelektual muda ini berani membedah tema yang mendalam, Tragedi Kejadian Karbala dengan penyampaian yang lugas, ilmiah, dan berpedoman pada sejarah yang lurus dengan merujuk dari para Ulama Ahlusunah waljamaah, mereka berhasil mengupas tuntas Fakta Sejarah: Mengurai kronologi peristiwa Karbala secara jernih dari kitab-kitab muktabar. Refleksi Cinta: Menanamkan rasa cinta yang mendalam kepada ahlu bait (keluarga Nabi) tanpa terjebak dalam fanatisme keliru. Pesona Intelektual: Membuktikan bahwa mahasiswa Institut Al-Bahjah Cirebon tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga percaya diri menyampaikan gagasan kritis dan berbasis data sejarah yang kuat.
Pesan Hangat dari Guru Mulia Buya Yahya
Malam yang dingin seketika terasa hangat saat Buya Yahya memberikan untaian nasihatnya. Dengan gaya penyampaian yang teduh dan menyejukkan, Buya Yahya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas perjalanan 17 tahun LPD Al-Bahjah yang penuh perjuangan. Lalu beliau melanjutkan dengan mengapresiasi dan mendoakan hamba-hamba pilihan Allah SWT yang telah ikut bersama dalam perjuangan bersama baik itu dengan harta, tenaga, maupun ilmunya. Semoga senantiasa menyukuri nikmat dan diberi keistiqomahan dalam berjuang. “Allah SWT yang mengizinkan perjuangan ini terus berjalan dari tahun ke-1 hingga tahun ke-17 semoga kelak hingga ke Surga, tidak ada akhir, hingga kelak di surga kita ingin istiqomah dalam perjuangan, istiqomah, istiqomah,” Tutur Buya Yahya. Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan untaian doa bersama yang dipimpin langsung oleh Buya Yahya. Air mata haru dan penuh takdim kepada guru terpancar dari wajah para pengurus dan santri, membawa pulang semangat baru untuk terus berdakwah dengan cinta

