Penuh Catatan dan Pertanyaan! Mahasiswa Al-Bahjah Banjiri Seminar Kepenulisan bersama Ustadz Maulid, M.Pd.

 

Cirebon – Institut Al-Bahjah Cirebon kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui Seminar Kepenulisan bertajuk “Cara Mudah Membuat Karya Tulis: Dari Ide Menjadi Tulisan yang Sistematis dan Berkualitas”. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad malam Senin, 20 Muharram 1448 H / 5 Juli 2026 di Auditorium Institut Al-Bahjah Cirebon dengan menghadirkan Ustadz Maulid Johansyah, M.Pd. sebagai pemateri.

Seminar yang diikuti oleh 70 mahasiswa ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 18.20–19.20 WIB, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah pada pukul 19.25–19.35 WIB, kemudian diteruskan sesi kedua pada pukul 19.35–20.35 WIB.

Sejak awal kegiatan, suasana seminar berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta tampak serius mengikuti setiap penjelasan dengan memenuhi buku catatan mereka serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa Al-Bahjah untuk mengembangkan kemampuan menulis sebagai bagian dari tradisi akademik.

Dalam pemaparannya, Ustadz Maulid Johansyah, M.Pd. mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap aktivitas menulis. Beliau menegaskan bahwa menulis bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki oleh segelintir orang, melainkan keterampilan yang dapat dilatih oleh siapa saja. Menurutnya, setiap orang pada dasarnya telah terbiasa menulis melalui percakapan, pesan singkat, maupun media sosial. Yang perlu dilakukan adalah mengarahkan kebiasaan tersebut menjadi tulisan yang lebih sistematis dan bernilai.

Beliau juga menjelaskan berbagai kendala yang sering dihadapi calon penulis, seperti kebingungan memulai tulisan, merasa tidak memiliki ide, tidak mampu meluangkan waktu, hingga keinginan menghasilkan tulisan yang langsung sempurna. Untuk mengatasi hal tersebut, peserta didorong membangun kebiasaan menulis secara konsisten. Menurut beliau, proses menulis dimulai dari memaksa diri untuk melawan rasa malas, kemudian beradaptasi dengan rutinitas menulis hingga akhirnya menikmati proses tersebut dan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Materi berikutnya membahas pentingnya manajemen waktu dalam menulis. Peserta diarahkan agar meluangkan waktu secara rutin, meskipun hanya 30–60 menit setiap hari. Konsistensi dinilai jauh lebih penting daripada menunggu waktu luang yang belum tentu datang.

Selain itu, seminar juga mengulas berbagai jenis karya tulis, mulai dari artikel, karya ilmiah, buku, hingga karya sastra. Pemateri menjelaskan bahwa ide tulisan dapat diperoleh dari pengalaman pribadi, hasil pengamatan terhadap fenomena sekitar, ilmu yang dimiliki, maupun kebutuhan masyarakat yang memerlukan solusi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan teknik menentukan tema dan topik tulisan. Peserta diajak memahami pentingnya mempersempit tema agar tulisan menjadi fokus, relevan, dan mudah dipahami pembaca. Ustadz Maulid juga memberikan contoh penyusunan kerangka tulisan yang terdiri atas latar belakang, analisis, solusi, serta kesimpulan sehingga proses menulis menjadi lebih terarah.

Tidak hanya itu, peserta memperoleh panduan mengenai cara memulai paragraf pertama, mengembangkan isi tulisan, hingga menyempurnakan naskah dengan penggunaan bahasa yang sederhana, pemilihan diksi yang tepat, dan proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Menanggapi perkembangan teknologi, pemateri juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia kepenulisan. AI diperbolehkan sebagai alat bantu, misalnya untuk mencari inspirasi judul, memperbaiki susunan kalimat, memilih alternatif diksi, maupun melakukan proofreading. Namun, beliau mengingatkan agar AI tidak menggantikan proses berpikir penulis sehingga orisinalitas, sudut pandang, dan karakter tulisan tetap terjaga.

Seminar ditutup dengan pesan inspiratif agar setiap mahasiswa menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana mendokumentasikan perjalanan ilmu dan wawasan. Melalui kegiatan ini, Institut Al-Bahjah Cirebon berharap budaya literasi dan tradisi menulis di kalangan mahasiswa semakin berkembang sehingga mampu melahirkan karya-karya ilmiah maupun populer yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat./IAR

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *