STAI Al-Bahjah Resmi Tambah Dua Prodi Baru: Studi Islam dan Hukum Keluarga Islam Siap Cetak Ulama-Intelektual Berkelas Internasional

Jakarta – Kabar membanggakan kembali datang dari STAI Al-Bahjah Cirebon. Pada Selasa, 19 Syawal 1447 H bertepatan dengan 8 April 2026 M, STAI Al-Bahjah secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) izin penyelenggaraan dua program studi baru, yakni Prodi Studi Islam dan Prodi Hukum Keluarga Islam.
Pengambilan SK dilaksanakan pada pukul 08.00–11.00 WIB di Kantor Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta. SK tersebut diambil langsung oleh rombongan Yayasan Al-Bahjah yang terdiri dari jajaran pimpinan yayasan dan unsur Perguruan Tinggi Al-Bahjah.
Program Studi Hukum Keluarga Islam resmi memperoleh izin melalui KMA Nomor 27 Tahun 2026, sedangkan Program Studi Studi Islam memperoleh izin melalui KMA Nomor 28 Tahun 2026. Kedua surat keputusan tersebut sama-sama ditetapkan pada tanggal 20 Januari 2026.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan STAI Al-Bahjah. Dengan bertambahnya dua program studi baru tersebut, STAI Al-Bahjah kini semakin memperkuat arah pengembangan keilmuan berbasis syari’ah dan kajian Islam mendalam.
Prodi Studi Islam dan Hukum Keluarga Islam dirancang dengan karakter yang khas. Kedua program studi ini menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar utama dalam proses perkuliahan. Selain itu, tenaga pengajarnya dipersiapkan dari kalangan dosen-dosen Timur Tengah serta alumni perguruan tinggi ternama di Timur Tengah.
Dengan konsep tersebut, STAI Al-Bahjah tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang memahami teori-teori keislaman, tetapi juga mampu membaca literatur Arab klasik dan kontemporer secara langsung, memahami dinamika hukum keluarga Islam, serta siap berkiprah di tengah masyarakat dengan wawasan global dan pijakan syari’ah yang kuat.
Program Studi Hukum Keluarga Islam diharapkan menjadi wadah lahirnya para ahli di bidang hukum pernikahan, waris, peradilan agama, mediasi keluarga, hingga konsultan syari’ah. Sementara Prodi Studi Islam diarahkan untuk mencetak generasi intelektual muslim yang memiliki kedalaman ilmu, keluasan wawasan, serta kemampuan berdakwah dan meneliti dalam berbagai disiplin keislaman. Hal ini diperkuat dengan adanya Buya Yahya sebagai ulama yang konsen membahas fiqih dan psikologi keluarga, baik dalam majelis, kajian, konferensi dan acara-acara yang diadkan oleh Al-Bahjah maupun dari pihak luar.
Penambahan dua prodi ini juga menjadi pelengkap dari tiga program studi yang sebelumnya telah berjalan sejak tahun 2022, yaitu Program Studi Ekonomi Syari’ah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Tadris Matematika. Kini, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ketiga prodi tersebut terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Insya Allah pada Agustus 2026 mendatang, STAI Al-Bahjah akan melaksanakan wisuda perdana dengan jumlah sekitar 200 mahasiswa. Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat dalam berbagai bidang, baik pendidikan, ekonomi syari’ah, dakwah, maupun pengabdian sosial.
Bertambahnya dua program studi baru ini sekaligus menegaskan komitmen STAI Al-Bahjah untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Di tengah kebutuhan umat akan generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus mampu menjawab tantangan zaman, STAI Al-Bahjah hadir sebagai salah satu pusat pendidikan yang siap melahirkan kader-kader terbaik bangsa.
Selamat dan sukses atas terbitnya izin penyelenggaraan Program Studi Studi Islam dan Program Studi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Bahjah Cirebon. Semoga menjadi jalan lahirnya generasi ulama, akademisi, dan pemimpin umat yang berilmu, berakhlak, serta membawa keberkahan bagi masyarakat./IAR

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *