
Cirebon – STAI Al-Bahjah Cirebon turut menyambut dan menghadiri kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) yang diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bahjah pada Sabtu, 3 Ramadhan 1447 H/ 21 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas Hukum UNISSULA, yakni Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S.H., M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum, Prof. Dr. Anis Mashdurohatun, S.H., M.Hum. selaku Ketua Program Doktor Ilmu Hukum, Dr. Lathifah Hanim, S.H., M.Hum., M.KN. selaku Sekretaris Program Doktor Ilmu Hukum, serta Dr. Ida Musofiana, S.H., M.H. selaku Sekretaris Program Studi S1 Ilmu Hukum.
Sebanyak kurang lebih 45 delegasi hadir dalam kegiatan ini, termasuk 13 mahasiswa asing yang berasal dari Gambia, Mesir, Yaman, Aljazair, Maroko, Yordania, Pakistan, Timor Leste, Palestina, Sudan, Sierra Leone, dan Malaysia. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut memberikan nuansa global dalam forum ilmiah yang berlangsung.

Dari unsur Yayasan dan lembaga pendidikan, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Yayasan Bidang Pendidikan, Kepala Divisi Perguruan Tinggi, Kepala Divisi Pendidikan Formal Dikdasmen, pimpinan unit pendidikan, serta keluarga besar LPD Al-Bahjah Cirebon. Sivitas akademika STAI Al-Bahjah Cirebon juga turut mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Materi utama disampaikan oleh Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, dengan tema “Membangun Karakter Birrul Walidain guna Pengembangan IPTEK dalam Kerangka Rahmatan lil ‘Alamin.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa integrasi antara adab, spiritualitas, dan pengembangan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemaslahatan.
Bagi STAI Al-Bahjah Cirebon, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi berbasis pesantren dengan perguruan tinggi umum dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada nilai-nilai Islam.

Diskusi berlangsung semakin menarik ketika mahasiswa asing mengangkat persoalan Fikih Puasa dan praktik Rukyah Hilal di berbagai negara. Forum dialog tersebut mencerminkan kekayaan khazanah fikih Islam sekaligus menunjukkan pentingnya sikap ilmiah, toleran, dan bijak dalam menyikapi perbedaan ijtihad.
Melalui kegiatan ini, STAI Al-Bahjah Cirebon memandang bahwa kolaborasi akademik lintas institusi dan lintas negara merupakan langkah konkret dalam memperluas wawasan keilmuan, memperkuat jejaring internasional, serta membangun generasi intelektual yang unggul dalam IPTEK dan kokoh dalam akhlakul karimah.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata, foto bersama, serta buka puasa bersama dalam suasana penuh ukhuwah dan kebersamaan. STAI Al-Bahjah Cirebon berharap sinergi keilmuan seperti ini dapat terus berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih luas di masa mendatang./IAR
